Sedikit-sedikit dipendam lama-lama jadi gunung berapi, itulah emosi. Yang lama kelamaan ada waktunya udh gak sanggup lagi dipendam..
Bahasan gw kali ini tentang perasaan keciwi gw dengan beberapa orang yang gw kenal. Berulang dan berulang kali di lakukan.
Mereka datang ke gw disaat mereka butuh banget ke gw. Saat sudah gak butuh lagi. Gw dilupakan dicampakkan 😣 ... Keseeelll sediihh gonddoook. Sampai sampai gw pengen banget teriak ke mereka kalau gw ini bukan UGD. BUKAN UGD. lu tau kan UGD? Orang yg masuk cuma yang benar-benar kritis. Orang yg membutuhkan. Daan gw udh coba bantu semampu gw. Tapi apa balasan mereka? Kayak orang yg "air susu dibalas air nila."
Dan itu berulang lagi lagi daaaan lagi. Dan gw gak kapok berurusan sama mereka. Meski kecewa lagi, kesel lagi, benci lagi.
Ya tuhan dosa apa yg telah hambamu ini perbuat hingga bertemu orang seperti itu. "Deg" tapi tiba-tiba aja sesuatu mampir ke pikiran gw.
Mungkin saja gw yg terlalu pelit. PELIT? iya pelit... Pelit gimana mereka butuh gw beri. Pelitnya dimana? Diluar saat gw butuh mereka malah gk bisa ngertiin kondisi gw.
Disini yg masih jadi pertanyaan gw.
Apakah dari problem hidup gw ini gw sedang diuji "kesabarannya".. "Keikhlasannya".. Juga "kedermawanannya".?
Yaaaaaaaaaaaaa memang suliiiiiittt 3 kata tersebut gw terapkan.
Hingga gw merasa gw ini hanya dijadikan UGD....
Senin, 23 April 2018
UGD (Unit Gaswaaat Darurat)
Langganan:
Postingan (Atom)