Senin, 23 April 2018

UGD (Unit Gaswaaat Darurat)

Sedikit-sedikit dipendam lama-lama jadi gunung berapi, itulah emosi. Yang lama kelamaan ada waktunya udh gak sanggup lagi dipendam..
Bahasan gw kali ini tentang perasaan keciwi gw dengan beberapa orang yang gw kenal. Berulang dan berulang kali di lakukan.
Mereka datang ke gw disaat mereka butuh banget ke gw. Saat sudah gak butuh lagi. Gw dilupakan dicampakkan 😣 ... Keseeelll sediihh gonddoook. Sampai sampai gw pengen banget teriak ke mereka kalau gw ini bukan UGD. BUKAN UGD. lu tau kan UGD? Orang yg masuk cuma yang benar-benar kritis. Orang yg membutuhkan. Daan gw udh coba bantu semampu gw. Tapi apa balasan mereka? Kayak orang yg "air susu dibalas air nila."
Dan itu berulang lagi lagi daaaan lagi. Dan gw gak kapok berurusan sama mereka. Meski kecewa lagi, kesel lagi, benci lagi.
Ya tuhan dosa apa yg telah hambamu ini perbuat hingga bertemu orang seperti itu. "Deg" tapi tiba-tiba aja sesuatu mampir ke pikiran gw.
Mungkin saja gw yg terlalu pelit. PELIT? iya pelit... Pelit gimana mereka butuh gw beri. Pelitnya dimana? Diluar saat gw butuh mereka malah gk bisa ngertiin kondisi gw.
Disini yg masih jadi pertanyaan gw.
Apakah dari problem hidup gw ini gw sedang diuji "kesabarannya".. "Keikhlasannya".. Juga "kedermawanannya".?
Yaaaaaaaaaaaaa memang suliiiiiittt 3 kata tersebut gw terapkan.
Hingga gw merasa gw ini hanya dijadikan UGD....

Sabtu, 18 November 2017

MASIH TENTANG DIA

dua tahun lalu gw bercerita tentang 2 tahun sebelumnya. kini sudah 2 tahun lalu sejak saat itu gw akan bercerita lagi. nyatanya hati gw belom bisa move on dari dia, dia yang selalu saja hanya menganggap gw temannya.. dia yang selalu saja dihatinya gak pernah ada gw.

hari ini ketika gw membuka salah satu chat di sosmed dg teman, mengingatkan gw bahwa gw udah nolak orang demi orang yang gak pernah suka sama gw.. menyesal?? sedikit banyak "iya". tapi gw pikir lagi mungkin memang itu yang terbaik. dan memang sudah takdirnya seperti itu.
seandainyapun waktu itu gw bisa buka hati gw, apa iya dia yg terbaik? Entahlah.

gw yang selalu berharap pada cinta yang semu, berharap cinta.. berharap dia bakal datengin gw... dia yang bakal buka hatinya buat gw, 
nyatanya gak pernah, atau mungkin gak akan,..
sedalam apa cinta gw ke dia? gw pun gak tau.

meski demkian, gw masih percaya sama Allah bahwa apa yg terjadi dalam hidup ini adalah yg terbaik yg IA telah rencanakan, meski sakit, meski letih, meski harus menunggu.
menunggu Allah datangkan jodoh yang bisa membuka hati gw.

JODOH

Diusiaku saat ini yang mungkin kebanyakan wanita lain sudah menikah, sudah matang dan sudah seharusnya. Tapi Tuhan belum menakdirkannya saat ini untukku. Aku tidak berkecil hati, hanya saja adakalanya ku berfikir mungkin saja ada dosa yang menahan, atau kurangnya taatku kepada Tuhan. Iya mungkin saja. Masih sendiri saat ini bukan Karena aku yang kata orang “terlalu memilih, gak bergaul dan lain-lain.” Tetapi apakah memang wanita tidak boleh memilih? Sedangkan nantinya akan hidup bersama selamanya. apa menikah hanya sekedar status, sudah dapat status lalu tidak cocok dan berakhir pula pernikahan? Menikah bukan hanya sekedar status, meski aku tidak secantik RAISA, tapi aku ingin menikah dengan orang yang tepat diwaktu yang tepat sekali dan terakhir sampai mati.
Seringnya aku merasa khawatir karena semakin hari aku semakin menua, putus asa? Tidak. Tapi aku jalani hidup ini begini adanya mengalir tak berasa. Lalang liling wanita lain bersama anak dan suaminya. Sedikit iri, tapi apa dayaku ini.
Beberapa kali sahabat hingga saudara ingin mengenalkan aku dengan kerabatnya lalu meminta foto diriku, lalu kemudian tidak ada sepatah kata apapun, lanjutan yang tidak jelas. Sekali duakali tigakali tak membuatku jera. Sempat terbesit ingin mengikuti acara taaruf…… namun hidup ku ini terlalu banyak khawatir, aku khawatir kalau aku tak bisa membuka hatiku, aku takut kecewa atas penolakan yang mungkin saja harus ku alami lagi, tapi kadang aku ingat bahwa tuhan lah pemilik jiwa dan raga ini, Dialah yang maha membolak-balikan hati, dia yg memberi rasa dia juga yang berhak mengambilnya kembali. Lalu kenapa aku harus khawatir.???

Kamis, 29 Januari 2015

ga pake basa basi, ga suka, untuk saat ini aja sih

gw sadar, pertemuan gw saat itu dengannya, dia hanya ingin menegaskan bahwa dia itu gak akan pernah bisa jatuh cinta lagi dengan wanita lain selain 2 wanita itu, dengan kata lain secara tidak langsung meminta gw untuk segera move on, 

sudah berlalu hampir 2 th, sejak saat itu pun gw berusaha sekuat dan semampu gw menghindari, berhenti, untuk tidak berhubungan lg dalam hal apapun, dan Alhamdulillah Allah ijinkan gw untuk Move on sekaligus Move up :) :)